Kurangkai mimpi-mimpi rindu
yang terbingkai dalam rangkai kata
mataku tak ingin berkedip membayang
tak kala bersimpuh menahan beban rindu
aku yang memuja rindu yang terpancar terang
kurangkaikan bait-bait rindu bermelodi jiwa
yang inginku indahkan lagi harimu
namun aku ternyata tak sekuat itu
pemberontakannya melawan hati
rasa kehilangan
setiap jengkal kejadian tak pernah hilang
sukar ku padam
kegalauan hatinya sering bertanya mengapa
terabaikan rindu disaat sirna terbingkai dalam hati
lagu sumbang itu bagai menyulam rasa hati
sayup sayup dedaunan dan gemercik air hujan
sedingin air sumur dinihari
kuharus terima kilauku tak gemerlap
diantara sinar mentari
begitu terasa resapnya hingga kedasar hati
kutilik sudut - sudut sanubari
gemanya pun sudah hilang
separuh rindu yang coba disisakan
kini hilang dalam tautan hatiku
No comments:
Post a Comment