Sejenak
rasaku terbalut pedih
bagai sembilu menerkam sendu
redup bintang bagai gugur
curahan mesra bersulam lengkung bersiram rona
tilas lampu yang megah patah riuk
terabai berbagai rasa
buaian fana bergiat canda
aku leka dalam ketawa
sejenak
singgah di sini hantarkan alunan melodi
gulana yang menyelubungi menerpa rasa
hembusan nafas keluh lepaskan berujung
mungkin getir adalah rasa yang terasa
dalam pena.
sejenak
jangan kau beringsut menjauh meninggalkanku
jika ujung pena ku merantaikanmu
dalam kata-kata bisa
maafkan bicara dalam jiwaku
kadang tak tertuju apa luahan rasaku
hanya aku dan jemari yang tahu.
No comments:
Post a Comment