Dedauan itu gugur lagi dari ranting kering
yang menunggu masa jatuh
terkulai nya rebah kebumi namun dedauan itu akan ada lagi
hari demi hari sekiranya masih subur dijagai
disini ku berdiri memandang
dalam arus lautan
tak kala itu deruan angin datang
membuai aluanan dalam rintik hujan
hingga keasyikkan terlena dalam buian
tiba tersadar aku dilemparkan
kerinduan pada kenangan
saat tercari cari dalam mimpi
warna pelangi mengelilingi
tapi saat tu jugak diganggui
warna bayang hitam sering ikuti
mana jejakku pasti ada dia disisi
kulari tetap ekori
sukar ku pergi dari bayangan
tiba saat aku sendiri menyatakan
mengapa bayang ini
sering ada tiap ketika
mengiringiku dimana saja
bagai terasa ku berharga
ku pejamkan mata dan berkata
semua ada sebabnya
dan berdoa dalam bicara sepi
berikan aku wajah dihati hadirlah dalam mimpi
saat itu ku fahami apa semua ini
hingga aku sendiri relakan
dalam kesedaran ku katakan
ini pilihan
No comments:
Post a Comment