Sebelum membeku di gigir waktu
berharap aku tak beranjak di atas pelantaranku
jika arus jeram terus hentam ditepian
kendatipun deru dan terus menderu
terus tetap melangkah aku
banyak gelombang dan duri duri tajam
walau yang kutempuh di hadapan
laut hitam gelap lebih pekat dari seribu malam
berenang sendirian aku bergelayut mendung hitam
ku apungkan diri beriring menghilir
ke arah hulu muara
dalam sendirian
reguk meneguk pusaran ombak
kepenatan dunia sementara
mampukah kau timbakan
berbagian antara keramaian
teduh awan tiba-tiba menerpa
tawakal diri bukan berdiam
renungi sekejab kias nuansa yang melanda
hanya diuji hanyut gelombang tidak tenggelam
No comments:
Post a Comment